×

Warning

Failed loading XML file

Kampung Adat Boawae

Published: Friday, 24 January 2014

Kampung Boawae terletak di Kelurahan Natanage, Kec. Boawae dan merupakan tempat tinggal Raja pada era Swapraja Nagekeo. Kampung Boawae merupakan situs budaya yang di dalamnya terdapat benda cagar budaya seperti : rumah adat, Sa’o Meze, Peo, dan makam Raja Boawae.

Di pintu masuk kampung Boawae dapat dijumpai Heda (museum lokal) sebagai tempat menyimpan benda-benda purbakala dan Ja Heda sebagai simbol kekuatan yang menyerupai seekor Kuda. Di tengah kampung dapat ditemui Peo yang merupakan lambang persatuan masyarakat.

Dalam kegiatan ritual adat mereka juga menggunakan benda cagar budaya lainnya yang merupakan warisan leluhur mereka seperti : Topo, Bhuja, Kula, He’a, Nabe, dan benda budaya lainnya. Boawae terletak tepat di bawah kaki gunung Ebulobo yang berhawa sejuk serta subur sehingga sangat nyaman untuk melakukan aktivitas wisata di tempat ini.

Aktivitas

Para wisatawan dapat menikmati sajian berupa atrakasi budaya seperti tarian Tea Eku dan Toda Gu sebagai tarian penyambutan tamu yang datang berkunjung. Selain itu, wisatawan dapat melihat benda-benda cagar budaya peninggalan para leluhur di Sa’o Meze, rumah adat dan di Heda (museum lokal) serta mengunjungi makam Raja Boawae.

 

Akomodasi

Sebagai pusat Kecamatan, di Boawae terdapat dua buah penginapan (kelas melati) yaitu Sa’o Asih dan Nusa Bunga yang masing-masing dapat menampung ± 50 orang tamu dengan tarif yang sangat terjangkau yakni Rp.100.000.- per malam.

 

Belanja

Terdapat pasar tradisional yang oleh warga setempat disebut pasar Rabu dikarenakan pasar tersebut ramai beraktivitas pada setiap hari Rabu yang menjual beraneka ragam kebutuhan sembako dan souvenir/handycraft serta kebutuhan material lainnya.


Kuliner

Ketika mengunjungi lokasi wisata di Kampung Boawae, wisatawan juga dapat memanjakan lidah dengan mencoba beberapa kuliner yang ada seperti Nasi Bambu, Bhabhu Mamu, Uta Muku, Tete Dhene, Holo seo, muku dhene serta aneka buah lokal seperti pisang, jeruk, mangga, sirsak, advokad, dll. Selain itu, di tempat ini juga terdapat minuman lokal dari enau yang oleh masyarakat Nagekeo biasa disebut Tua (moke/sopi).

 

Transportasi

Boawae terletak di jalur jalan negara dari Ende – Bajawa yang mana jika akan ke Boawae dapat menggunakan moda transportasi darat menggunakan bus dari Ende dengan tarif Rp.50.000.-/orang. Menggunakan transportasi umum dari Mbay dengan tarif Rp.25.000.-/org. Selain itu, jika ingin menggunakan jasa ojek banyak tersedia di Mbay dengan tarif Rp.50.000.-/orang.


Ornamen rumah a...
Ornamen rumah adat Ornamen rumah adat
Atraksi tinju M...
Atraksi tinju Molo Etu Atraksi tinju Molo Etu
Pelataran kampu...
Pelataran kampung Pelataran kampung
Pasar tradision...
Pasar tradisional Pasar tradisional

Lainnya...

Hits: 4506

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today901
Yesterday1532
This week7336
This month19812
Total904616
Saturday, 21 October 2017

Informasi Cuaca

Kupang