• Taman Nasional Komodo
  • Taman laut Maumere
  • Tradisi Pasola Sumba
  • Danau Tiga Warna Kelimutu
  • Tradisi Perburuan Ikan Paus di Desa Lamalera
×

Warning

Failed loading XML file

Fit and Flare Tenun NTT

Published: Monday, 30 March 2015

KAIN-KAIN tradisional menjelma menjadi item fashon yang begitu stylish. Etniknya masih terasa, namun tidak terlihat kuno karena dihadirkan dalam kemasan moderen. Seperti itulah kesan yang ditangkap setelah menyaksikan fashion show desainer Jakarta Novita Yunus dikawasan jalan Kalimantan Rabu (25/3). Belasan karya rancangannya itu dibuat dari tiga kain tradisional. Yakni, tenun Badui, tenun Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tenun Tuban. Nuansa alam dipilih untuk memberikan kesan hangat. Berpadu dengan siluet busana yang feminim.

Perempuan kelahiran 23 November 1971 tersebut mengeluarkan koleksi terbaru yang dinamai Batik Chic Savannah dalam bentuk busana ready-to-wear. Dia ingin perempuan Indonesia bangga mengenakan kain tradisional dalam setiap aktivitas. “Nggak lagi terlihat kuno, bisa moderen dan mewah,” ungkapnya. Variasi warna merah ditambahkan Novita dalam padu padan tas yang juga terbuat dari kain tenun tiga daerah tersebut.

Tenun badui yang khas dengan rumba-rumbanya terlihat glamorsaat Chita Choo, Marina Gosali, dan Icha Aninda mengenakannya. Sementara itu Dhea Pradita tampak seksi berbalut tenun NTT dengan cuting kemben yang bersetail lipit gaya fit and flare.

Febrina terlihat anggun mengenakan tenun Tuban dengan cutting two pieces. Beberapa aksesori yang dikenakan, seperti gelang, kalung, dan cluth, juga berbahan tenun. “Ini juga membuktikan bahwa tenun tidak hanya di kreasikan pada busana. Aksesori-aksesori pemanis juga menggunakan kain tenun ini,” terangnya.

Alumnus Universitas Padjadjaran 1995 itu menambahkan, seluruh tenun yang digunakannya merupakan karya handmade. “Dibuat oleh tangan para perajin Indonesia,” jelasnya. Nama Novita didunia fashion semakin diperhitungkan. Memutuskan keluar dari pekerjaannya di bank asing pada 2009 etelah 12 tahun berakhir, Novita langsung banting setir menjadi desainer. Dia berfokus pada kain tradisional.

Sebuah pilihan yang tepat. Sejumlah butik miliknya kini tersebar dibeberapa hotel bintang lima dan pusat perbelanjaan. Berbagai event ergelaran busan diikiti. Termasuk yang beru saja dilakoni adalah Indonesia Fashion Week 2015 pada 26 Februari- 1 Maret lalu. “Sebelummnya saya bermain kain batik. Tapi, sejak 2012 saya juga mulai mengeluarkan karya berbahan tenun. Ada beberapa tenun yang hampir punah. Jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi,” kata perempuan 43 tahun tersebut.

Timex - Minggu, 29 Maret 2015

Hits: 974

Jajak Pendapat

Bagaimana website ini?

Menarik - 60.8%
Biasa saja - 15.8%
Buruk - 11.4%

Total votes: 158
The voting for this poll has ended on: December 31, 2014

Statistik web

Today239
Yesterday711
This week5255
This month23555
Total879402
Sunday, 24 September 2017

Informasi Cuaca

Kupang